STAIN Sultan Abdurrahman Press https://press.stainkepri.ac.id/index.php/sarpress <p>STAIN Sultan Abdurrahman Press atau disingkat STAIN SAR Press adalah penerbit perguruan tinggi yang menerbitkan buku cetak dan digital. Open Book System ini merupakan direktori buku-buku yang diterbitkan oleh STAIN SAR PRESS.</p> en-US STAIN Sultan Abdurrahman Press <p>Hak cipta buku pada penulis</p> Harmonisasi dalam Pengabdian: Kisah Kasih di Kampung Jawa Sei Lekop https://press.stainkepri.ac.id/index.php/sarpress/catalog/book/146 <p><span style="font-weight: 400;">Selama 42 hari ini di Kampung Jawa, Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, peserta KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat, mulai dari pelatihan keterampilan, program kesehatan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Setiap interaksi, setiap sesi pelatihan, dan setiap momen kebersamaan telah memberikan kami perspektif baru tentang arti pelayanan dan kolaborasi. Melalui program-program seperti Senam Terapi Lien Tien Kung, Kajian Rutin Majelis Ta’lim, pemberian snack sehat untuk anak-anak, pelatihan kerajinan tangan, dan pemasaran KUBE. Semua itu tertuang dalam sekelumit goresan kisah dalam buku ini. Bagian per bagian akan menemani pembaca merasakan dinamika pengabdian yang telah dijalani di kampung itu. Ibarat pepatah, lain ladang lain belalang, maka pengalaman ini pun tentu saja ada yang berbeda dengan tempat-tempat lain sehingga layak untuk dibaca oleh khalayak.</span></p> KKN Bintan Timur 11 Copyright (c) 2024 KKN Bintan Timur 11 2024-12-30 2024-12-30 Kita: Jejak Pengabdian di Kaki Gunung Lengkuas https://press.stainkepri.ac.id/index.php/sarpress/catalog/book/129 <p><span style="font-weight: 400;">Sebuah kampung bernama Bina Maju dihuni oleh sekelompok masyarakat. Jika sebagian besar masyarakat di daerah kepulauan menetap di sekitar pesisir, namun mereka berada di kaki gunung Lengkuas. Di sana mereka bergelut dengan kesehariannya, baik sebagai petani, karyawan swasta, ataupun buruh lepas. Dinamika kehidupan mereka juga cukup beragam karena perpaduan berbagai etnis, namun tetap harmonis. Di kampung ini, terdapat banyak perkebunan dengan didominasi tanaman umbi-umbian, yang apabila diolah secara maksimal bisa mendongkrak pendapatan. Hal itulah yang menjadi bagian penting dalam buku ini, yakni kisah kehidupan masyarakat, dinamika di kalangan anak-anak dan remaja, keseruan bincang-bincang warga dan kisah lainnya yang mendeskripsinya masyarakat Bina Maju. Membaca buku ini, akan membawa pembaca pada gambaran kehidupan keseharian masyarakat di sana dan bisa jadi pula berniat mengunjunginya.</span></p> Wahyu Adriansyah Wahyu Adriansyah Lia Juniarni Salisa Sail Arbiyah Br Saragi Asmira Januarnis Aldi Fadilah Wawan Sulistio Nurul Atika Kurnia Rizki Amanda Prastio Amir Subekti Intan Fadila Ika Fitriana M Taufiq Copyright (c) 2024 Wahyu Adriansyah Wahyu Adriansyah, Lia Juniarni, Salisa Sail Arbiyah Br Saragi, Asmira Januarnis, Aldi Fadilah, Wawan Sulistio, Nurul Atika, Kurnia Rizki Amanda, Prastio Amir Subekti, Intan Fadila, Ika Fitriana, M Taufiq 2024-12-30 2024-12-30 Jejak Bakti di Sidomulyo https://press.stainkepri.ac.id/index.php/sarpress/catalog/book/138 <p><span style="font-weight: 400;">Sidomulyo merupakan salah satu kampung yang ada di Kelurahan Sungai Lekop tepatnya di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kampung yang asri dan sejuk menjadi tempat ternyaman untuk menghilangkan penatnya hiruk pikuk kota. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menjadi tonggak penting dalam perjalanan kami di Kampung Sidomulyo. Di tengah keindahan alam dan keramahan warga, kami belajar tentang makna pengabdian dan pentingnya adab serta akhlak. Melalui berbagai kegiatan, seperti mengajar, kerja bakti, dan penyuluhan kesehatan, kami berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, semangat dan dukungan dari warga membuat kami mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kami, tetapi juga membentuk karakter kami menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab. Melalui buku ini, kami menceritakan tentang jejak bakti kami selama 42 hari di Kampung Sidomulyo dalam pelaksanaan pengabdian. Buku ini merupakan peninggalan sejarah jejak kami selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap buku ini bisa menjadi referensi untuk menggali pengetahuan tentang kehidupan masyarakat kampung Sidomulyo maupun sebagai landasan pengabdian masyarakat untuk generasi-generasi yang datang.</span></p> Satria Wibowo Copyright (c) 2024 Satria Wibowo 2024-12-30 2024-12-30 1008 JAM KAMI Di ANTARA MEREKA https://press.stainkepri.ac.id/index.php/sarpress/catalog/book/85 <ol> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Menghidupkan TPQ yang Mulai Redup: Revitalisasi KKN Mahasiswa TPQ Kampung Kolam dengan membersihkan masjid, mengadakan lomba hafalan, dan kelas belajar Baca tulis Al-Qur'an. Anak-anak kembali semangat belajar, TPQ menjadi hidup kembali dan menjadi pusat kehidupan spiritual kampung Kolam.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Membaca Masa Depan di Bimbel: Mahasiswa KKN mengadakan bimbingan belajar di Kampung Kolam, membantu anak-anak memahami pelajaran dan keterampilan dasar. Anak-anak menunjukkan kemajuan signifikan dan meningkatkan kepercayaan diri.</span></span></span></span></li> <li><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Talkshow</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Moderasi Beragama: Diskusi tentang pentingnya ajaran toleransi dan moderasi dalam kurikulum pendidikan di Gedung Serbaguna “Green Salam”, melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Belajar Bersama dalam Keragaman: Program KKN di Gereja memperkenalkan toleransi melalui cerita dan permainan, mengajarkan anak-anak pentingnya saling menghormati meski berbeda keyakinan.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Dapur Ajaib-Kerupuk Legendaris: KKN Mahasiswa membantu Ibu Agustina dalam pembuatan dan pemasaran kerupuk, meningkatkan produksinya dan memperluas pasar.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Si Asin yang Gurih: Mahasiswa KKN membantu UMKM pembuatan ikan asin dengan memperbaiki kualitas produksi dan distribusi, serta belajar dari proses produksi.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jejak Langkah UMKM dari Impian Menjadi Keberhasilan: Mahasiswa KKN mendesain ulang produk makanan Ibu Susilawati dan memasarkan secara digital, meningkatkan daya tarik dan penjualan.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kebijakan Sosial Ekonomi dalam Pencegahan Stunting: Mahasiswa KKN mengadakan lokakarya untuk Ibu tentang gizi, membantu mengurangi stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak di Jalan Salam.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jejak Tangan Perempuan: Kunjungan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) menunjukkan metode pertanian organik, memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada mahasiswa.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Cerita dari Bibit Mangrove: Mahasiswa KKN menanam pohon mangrove untuk melindungi pantai dan mempromosikan ekowisata, berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.</span></span></span></span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Cerita dari Penjajah Laut: Mahasiswa KKN mewawancarai nelayan tentang tantangan dan harapan mereka, memahami dampak perubahan iklim dan polusi laut pada kehidupan mereka.</span></span></span></span></li> </ol> Bukit Bestari 4 Copyright (c) 2025 Bukit Bestari 4 2024-12-30 2024-12-30 Setitik Abdi Sejuta Harapan untuk Mentigi https://press.stainkepri.ac.id/index.php/sarpress/catalog/book/41 <p>Kampung Mentigi yang disebut sebagai “Kampung Melayu Tua” merupakan salah satu perkampungan yang berada di Kelurahan Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.</p> <p>Dengan karakteristik seperti itu, mayoritas penduduk Kampung Mentigi memiliki mata pencaharian dibidang kelautan. Dengan mayoritas yang sedemikian rupa, maka bisa disimpulkan bahwa profesi yang dominan adalah nelayan, namun disisi lain terdapat masyarakat yang menjadi pelaku usaha mikro kecil (UMK) yang menjual produk atau jasanya sendiri.</p> <p>Melaksanakan KKN di Kampung Mentigi merupakan pengalaman pengabdian kepada masyarakat yang tidak bisa diungkapkan dan diutarakan melalui kata perkata, kalimat perkalimat, paragraf perparagraf dan bab perbab. Sebab dengan potensi dan permasalahan yang ada menjadikan pengalaman KKN di Kampung ini sangat berkesan bagi kami 9 orang yang diamanahkan untuk KKN dan mengabdi di Kampung ini dalam waktu yang sangat singkat.</p> <p>Program yang kami jalani berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada terbagi menjadi 3 program besar. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pemberdayaan Sosial, Budaya dan Agama serta Pemberdayaan Kesehatan dan Lingkungan adalah program yang kami laksanakan selama KKN di Kampung ini.</p> <p>Oleh karena itu dengan permasalahan-permasalahan dan potensi yang kami jumpai selama KKN di Kampung Mentigi serta dengan solusi-solusi dari permasalahan yang telah kami berikan dan pengembangan terhadap potensi yang ada, semoga memberikan dampak bagi Kampung Mentigi kedepannya.</p> Ruslan MB Agun Suherly Annisa Riska Pratiwi Ayu Nurul Desafitri Deo Irwan Saputra Fadila Ashari Melani Melani Sanstya Fatma Melati Widya Yuningsih Copyright (c) 2024 Ruslan MB, Agun Suherly, Annisa Riska Pratiwi, Ayu Nurul Desafitri, Deo Irwan Saputra, Fadila Ashari, Melani, Sanstya Fatma Melati, Widya Yuningsih 2024-07-02 2024-07-02